“Se-indah-indahnya berbagi adalah tindakan yang diimplementasikan dalam bentuk  kegiatan, terasa dan mendapat pengaruh yang luas bagi masyarakat. Sebab kesadaran akan pentingnya kesehatan, jika bukan diri sendiri, siapa yang akan berpengaruh terhadap mereka yang mungkin saat ini belum tumbuh kesadaran pentingnya kesehatan tersebut”.

Terus meningkatnya jumlah pasien positif terdampak virus corona atau covid-19 di Jawa Tengah, membuat gerakan akan kesadaran menjaga kesehatan masyarakat membendung wabah virus covid-19 harus terus digalakan oleh siapapun baik elmen masyatakat sendiri maupun pemerintah mewakili negara. Menurut sumber berita kompas.com, di Jawa Tengah pasien yang meninggal akibat virus Covid-19 sebanyak 18 pasien sampai hari ini (05/04/20)

“Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa tengah menjelaskan, pasien covid-19 tersebut yang meninggal sebelumnya telah memiliki komplikasi penyakit. Karena umumnya sebuah virus, tidak mungkin akan menyerang manusia ketika ia sendiri dalam keadaan kuat dan sehat. Sebab sistem imunitas tubuh yang sehat akan mempengaruhi berbagai potensi penyakit yang datang untuk dilawan oleh system kekeblan tubuh manusia.

Maka jika tidak dimulai dari diri sendiri untuk menjaga agar tubuh tetap sehat, siapa lagi yang akan memulainya

Sebagai catatan penting, siapa pun baik dari masyarakat sendiri, ataupun lembaga-lembaga pemerintahan juga harus manggerakan diri masing-masing, bergerak bersama dari diri sendiri terlebih dahulu untuk menjaga kesehatan masyarakat secara bersama-sama.

Bumdes atau Badan Usaha Milik Desa dalam hal ini sebagai lembaga yang lahir dari pemerintahan desa, juga wajib bergerak menggerakan masyarakat untuk sadar akan pentingnya kesehatan. Oleh sebab itu, salah satu upaya menjaga kesehatan disamping harus menerapkan gaya hidup sehat, juga harus memakai masker ditempat umum untuk meminimalisir virus apapun termasuk covid-19 yang masuk ke dalam tubuh.

Memakai masker memang bukalah suatu kewajiban. Karena selama daya tahan tubuh kuat, virus akan tetap sulit masuk ke dalam tubuh manusia. Berbeda ketika daya tahan tubuhnya lemah, mudah sekali virus masuk meskipun sudah bermasker. Namun sebagai langkah pencegahan dan sikap waspada dalam menjaga diri sendiri. Masker sangatlah dibutuhkan sebagai upaya pencegahan terhadap virus-virus yang berpotensi masuk kedalam tubuh melalui udara. Bukankah upaya pencegahan lebih baik dari pada mengobati?

Untuk itu Bumdes RENAJAYA desa Karangrena, Kecamatan Moas, Kabupaten Cilacap selaku badan usaha pemerintah desa, dibantu dengan swadaya dari donasi masyarakat yang peduli kesehatan masyarakat desa Karangrena membuat program bagi-bagi masker sebanyak 1000-an masker untuk warga desa karangrena, dan juga warga-warga desa lainnya selain warga desa Karangrena yang melintas dijalan masuk desa Karangrena.

sumber gambar: Dokpri (Anggota Bumdes Renajaya sedang memberi masker ke pekerja yang tetap bekerja di masa pandemi covid-19)

sumber gambar: Dokpri (Anggota Bumdes Renajaya sedang memberi masker ke pekerja yang tetap bekerja di masa pandemi covid-19)Acara yang dilaksanakan hari Minggu (05/04/20) oleh seluruh anggota Bumdes dibatas Desa Karangrena ini menyarasar berbagai lapisan masyarakat dari berbagai profesi yang masih melakukan aktivitas seperti ke pasar, sawah dan berbagai kepentingan masyarakat lainnya. Oleh karena itu masker sebagai upaya pencegahan virus Covid-19 dan virus-virus lain, penting untuk dipakai masyatakat ketika berkerumun melakukan aktivitas sebagai upaya pencegahan.

“Martin Tri Santoso selaku Direktur Utama Bumdes RENAJAYA Karangrena sendiri menjelaskan. Hari pertama pelaksanaan gerakan berbagi 1000 masker sangat ditanggapi antusias oleh masyarakat. Ia juga berkata: “jika masyarakat yang sadar kesehatan akan terus berdonasi ikut berpartisipasi kembali, acara ini akan dilajutkan lagi, bukan menyasar aktivitas warga desa  di jalan tetapi langsung terjun ke rumah-rumah masyarakat berbagi masker”.

Konsep acaranya sendiri sengaja dilaksankan pada hari minggu pagi, sekalian ber-olahraga dengan menggunakan sepeda dan tetap menerapkan Social distancing yang diajurkan oleh pemerintah yakni berjarak satu meter. Karena Olahraga sendiri sangat baik untuk kebugaran tubuh, seklian berjemur dibawah matahari pagi yang disinyalir sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia.

Pada acara berbagi 1000 masker oleh Bumdes RENAJAYA tersebut, juga didampingi oleh kepala desa Karangrena yakni “Rasito”. Tidak ketingalan Babinkatibmas dari unsur kepolisan dan Babinsa dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) pendamping masyarakat Desa Karangrena.

Diharapkan dengan adanya acara gerakan berbagai 1000 masker oleh Bumdes RENAJAYA dan para donatur peduli kesehatan akan mempengaruhi masyarakat tingkat pedesaan untuk sadar hidup sehat, yang dalam pencegahan tersebut juga sebagai langkah pencegahan terhadap wabah virus Covid-19 yang sedang menyerang masyarakat dunia saat ini. Maka Jika bukan diri kita sendiri yang bergerak, siapa lagi? Pentingnya hidup sehat memang bukan untuk orang lain, semua kembali kepada diri kita masing-masing mau atau tidak hidup sehat.



sumber : https://www.kompasiana.com/komitel/5e897a18d541df406023eb32/berbagi-1000-masker-bumdes-cegah-pandemi-covid-19-tingkat-desa

Bagikan Berita